Sekolah Marsudirini Bogor

Kemeriahan HUT RI di SMP Marsudirini Bogor

Warga SMP Marsudirini Bogor merasa terpanggil untuk menyambut sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan oleh Tuhan yang maha esa kepada Bangsa Indonesia dengan menggelar Lomba dan upacara bendera. Pelaksanaan Lomba pada Jumat (16/08/2024), ada beberapa jenis lomba yang akan dilaksanakan, diantaranya, Estafet Sarung, Estafet Balon, Menggiring Bola, Makan Kerupuk, Balap Karung. Peserta merupakan seluruh warga sekolah termasuk Guru/Karyawan. Kegiatan lomba berlangsung sangat meriah, seluruh tim yang merupakan perwakilan kelas bermain sportif untuk membela dan memenangkan setiap cabang lomba. Selain lomba antar kelas SMP Marsudirini menggelar upacara bendera pada 17 Agustus 2024 sebagai ungkapan rasa hormat kepada para pahlawan yang telah rela berkorban mengupayakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Keesokan hari tepat pada tanggal 17 Agustus, SMP Marsudirini mengadakan upacara bendera sebagai wujud penghormatan kepada pendiri bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan sehingga kita semua dapat ikut merasakan seperti saat ini. Sebagai pembina upacara Bapak Agung menyampaikan amanat kepada peserta upacara untuk tetap menatap masa depan terutama generasi muda, meskipun masalalu penting namun masa depan jauh lebih penting maka kejarlah cita-cita kalian sampai dapat, ujar Pak Agung. (SMP-c1)

Penutupan Bulan Rosario Penuh Sukacita di TK

KB dan TK Marsudirini Bogor menutup Bulan Rosario dengan doa bersama penuh sukacita. Anak-anak secara bergiliran memimpin doa Salam Maria di depan patung Hati Kudus Yesus, menciptakan suasana doa yang hangat dan membangun kebiasaan spiritual sejak dini.

Kilau Berlian Angkatan 18 SMA Marsudirini Bogor : Sebuah Momen Penghargaan dan Bakti

Di bawah naungan atap GOR SMA Marsudirini Bogor, untaian air mata haru dan rasa bangga menyatu dalam acara Pelepasan dan Serah Terima Murid Angkatan 18 kepada orang tua mereka. Mengusung tema “Shine Bright Like a Diamond” dengan tagline “Strong as a diamond to meet your future”, momen sakral ini dihadiri oleh Suster Kepala Sekolah beserta Komunitas Biara Hati Kudus, Romo Rektor Stella Maris, para Romo pamong, Frater, pengawas sekolah, guru, serta karyawan yayasan dan asrama. Tiga tahun lalu, anak-anak ini datang membawa kepolosan, dan kini mereka telah menjelma menjadi “berlian-berlian” muda yang siap dilepas. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam, nilai-nilai Kemarsudirinian, serta penerapan delapan profil lulusan, mereka tidak hanya diasah secara intelektual, tetapi juga ditempa dalam ketangguhan karakter dan pembinaan spiritual lewat misa serta refleksi rutin yang mengakar kuat di dalam jiwa. Sebagai puncak penghargaan atas perjuangan mereka, Suster Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah menyerahkan apresiasi kepada para lulusan terbaik di bidang akademik maupun non-akademik termasuk olahraga, seni, dan multimedia, sebagai bekal motivasi untuk terus merawat tradisi berprestasi. Ketika prosesi serah terima simbolis dilakukan, dengan keyakinan penuh di dada para Suster, Romo, dan guru saat mengembalikan tanggung jawab pendidikan ini kepada orang tua. Suasana kian menggetarkan sanubari ketika ruang GOR seketika hening dan berubah menjadi panggung bakti yang penuh air mata. Melalui selembar surat dan setangkai bunga, para murid bersimpuh di hadapan orang tua mereka, menumpahkan segala rasa terima kasih atas pengorbanan, tetesan keringat, dan doa-doa tanpa putus yang mengiringi langkah mereka. Dekapan hangat orang tua menyatu dengan tatapan penuh hormat dari para murid kepada para guru, Suster, dan Romo yang selama tiga tahun ini telah menjelma menjadi orang tua kedua di sekolah. Marsudirini bukan sekadar tempat belajar, melainkan sebuah rumah yang penuh cinta. Riuh tepuk tangan boleh saja mereda, namun jabat tangan hangat terakhir dan pelukan erat hari itu telah mengkristalkan semua tawa, cerita, dan air mata menjadi kenangan abadi. SMA Marsudirini tidak pernah benar-benar melepas kalian pergi; bawalah cinta yang telah ditanamkan di sini, melangkah dengan tangguh, dan bersinarlah menjadi garam dan terang yang berkilau abadi di sepanjang hidupmu.

Adidaya Nusantara

SMA Marsudirini Bogor menyelenggarakan kegiatan Penilaian 8 Profil Lulusan Kurikulum Merdeka melalui tema “Adidaya Nusantara” sebagai upaya menanamkan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kebhinekaan, keimanan, kewargaan, dan kesehatan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang semakin pesat. Melalui eksplorasi berbagai budaya nusantara, peserta didik diajak untuk mensyukuri keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. Pelaksanaan kegiatan melibatkan seluruh peserta didik yang bekerja sama dalam kelompok kelas untuk menampilkan budaya dari suku tertentu melalui berbagai media kreatif. Setiap kelas menyiapkan presentasi digital yang memuat informasi budaya, daerah asal, ciri khas, serta pengenalan makanan tradisional yang diolah di sekolah. Selain itu, peserta didik juga membuat mading budaya yang menarik dan informatif serta mengolah makanan sehat tradisional yang dilengkapi informasi nilai gizi dan manfaat kesehatannya. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, tetapi juga belajar menghargai kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 9-13 Maret 2026 di SMA Marsudirini Telaga Kahuripan Bogor ini menjadi sarana autentik untuk menilai ketercapaian 8 Profil Lulusan sesuai Kurikulum Merdeka. Guru-guru berperan sebagai pembimbing sekaligus penilaian berdasarkan rubrik yang telah disusun. Dengan adanya penghargaan bagi kelas terbaik, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik untuk memberikan karya terbaiknya. Melalui “Adidaya Nusantara”, SMA Marsudirini Bogor berkomitmen membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, mandiri, sehat, serta memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

SD Marsudirini Gelar Ibadat Transitus Pertama

Pada 3 Oktober 2024, SD Marsudirini Bogor menggelar Ibadat Transitus pertama, memperingati wafatnya St. Fransiskus Assisi. Kegiatan ini memperkenalkan spiritualitas Fransiskan kepada seluruh warga sekolah dan akan menjadi tradisi tahunan yang membangun iman dan refleksi.

Partisipasi Aktif SMP Marsudirini Bogor dalam Perayaan HUT Paroki St. Joannes Baptista Parung

SMP Marsudirini Bogor senantiasa berperan serta aktif dalam kehidupan menggereja. Pada Minggu, 29 September 2024, SMP Marsudirini Bogor turut ambil bagian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki St. Joannes Baptista Parung dengan kontribusi yang sangat istimewa. Dalam perayaan tersebut, para siswi SMP Marsudirini tampil memukau sebagai penari perarakan pada pembukaan Perayaan Ekaristi. Mengenakan pakaian tradisional yang penuh warna dan keanggunan, putri-putri SMP Marsudirini memancarkan semangat dan kekhidmatan dalam setiap gerakan mereka. Penampilan mereka tidak hanya menambah keindahan acara, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan iman yang menyatu dalam kehidupan Gereja. Dengan gerakan tari yang anggun dan wajah yang ceria, para siswi membawa nuansa semarak yang membangkitkan semangat seluruh umat yang hadir. Tarian yang dipersembahkan dalam perarakan ini juga menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan yang erat antara SMP Marsudirini dengan Paroki St. Joannes Baptista. Peran serta aktif ini merupakan wujud nyata dari pendidikan karakter yang ditanamkan sekolah, yang mengajarkan para peserta didiknya untuk terus melibatkan diri dalam kehidupan gereja dan masyarakat. Tidak hanya menghibur, keikutsertaan SMP Marsudirini dalam perayaan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari misi mereka dalam mendidik generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakar kuat dalam iman dan budaya. Kehadiran mereka semakin memperkuat jalinan persaudaraan di antara umat, sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT Paroki St. Joannes Baptista tahun ini. Semoga partisipasi ini terus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, untuk semakin berperan aktif dalam kehidupan menggereja dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Info tentang SMP Marsudirini Bogor dapat dilihat di https://marsudirini-bgr.sch.id/

Di Bawah Langit, Di Atas Tanah Asrama

Hidup itu adalah perjuangan Berteman semangat dan gairah Istirahat sejenak adalah perenungan Kehidupan itu merangkai kisah Kisah kita disusun, ditulis, dan dirangkai di siniDi bawah langit, di atas tanah Asrama Marsudirini Bogor Bagaikan lebah dan bunga seseorang datang dan pergi Semangat mengejar impian, cita-cita, dan cinta bagai nyala api yang berkobar Persaingan sengit terjadi bagai perang dingin Bersaing untuk menggapai cita-cita, mewujudkan harapan Segala aturan, tantangan, rintangan, bukanlah halangan Aturan di asrama untuk membangun kesuksesan, membantu perjuangan. By Rio dan Marco G

Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Apel Pagi di SMP Marsudirini Bogor

Hari Senin. Saat kembali memulai aktivitas sekolah setelah Sabtu dan Minggu libur di rumah. Mengawali pekan umumnya tidak mudah. Banyak perasaan masih ingin menikmati waktu untuk melepas penat dan lelah. Tapi, kita tak boleh lemah dan begitu mudah menyerah. Senin harus dijelang dengan semangat penuh gairah. Di SMP Marsudirini Bogor, Senin menjadi saat untuk memenuhi baterai motivasi. Salah satu agenda rutin yang wajib diikuti adalah apel pagi. Ini bukan sekadar perkara harus berbaris dengan rapi. Lebih dari itu, ini menjadi pembiasaan untuk membangun habitus diri. Melalui sikap berbaris dengan teratur, tegap, dan rapi, peserta didik belajar tentang arti penting dalam bersikap dan menata diri. Ini menjadi modal penting dalam membawa diri di tengah kehidupan sosial supaya tidak mudah terbawa arus dan terdistorsi. Rasa hormat dibangun dalam apel pagi. Menghormat bendera menjadi tanda syukur sebagai bangsa yang hidup di negara yang merdeka berkat perjuangan para pahlawan yang rela berkurban hingga mati. Sikap tegas dibangun dan dibiasakan dalam apel pagi. Terutama bagi peserta didik yang bertugas sebagai pemimpin. Baik pemimpin barisan maupun pemimpin apel. Sikap tegas merupakan karakter penting yang harus dimiliki oleh setiap pribadi. Sikap tegas mengandung arti bahwa hidup harus memiliki prinsip. Tentu saja prinsip yang benar dan hakiki. Dalam hal ini, karakter kepemimpinan sekaligus turut dibangun. Menghormati dan mendengarkan amanat pembina apel sebagai simbol rasa hormat kepada orang tua. Menghormat kepada pemimpin apel menjadi tanda menghormati dan menghargai teman serta sesama. Melalui hening cipta, rasa hormat terhadap para pejuang bangsa, sanak saudara, serta para pendahulu-dicipta. Kedisiplinan menjadi hal tak terpisahkan yang dibangun lewat kegiatan apel pagi. Kedisiplinan merupakan prasyarat keberhasilan yang harus dimiliki. Disiplin diri akan memudahkan impian lebih mudah tergapai. Kedisiplinan dalam komunitas akan memudahkan visi bersama lebih mudah tercapai. Melalui pembiasaan apel pagi setiap hari Senin pagi, SMP Marsudirini Bogor secara nyata memperhatikan, menanamkan, mendorong, sekaligus membangun pendidikan karakter bagi setiap peserta didik. Karakter hidup teratur, rapi, sikap tegas, rasa hormat, disiplin diri, kepemimpinan, serta rasa syukur. Dengan demikian, apel yang diadakan setiap Senin pagi tak hanya menjadi formalitas atau kewajiban semata. Lebih dari itu, apel pagi menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik di SMP Marsudirini Bogor. Dionisius Riandika

Pelayanan Pendidikan Inklusi Sekolah Marsudirini Bogor

Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang menerima siswa seluas-luasnya, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Siswa berkebutuhan khusus yang dimaksud adalah yang mengalami hambatan fisik, hambatan mental, hambatan emosional, hambatan perilaku, hambatan sosial, hambatan kecerdasan, serta siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata (gifted). Hal ini bertujuan supaya setiap siswa mendapatkan pendidikan yang layak  sesuai kemampuan masing-masing demi keberhasilan mereka di masa depan. Sistem belajar pada sekolah inklusi tidak jauh berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya.  Para siswa berkebutuhan khusus berada dalam satu kelas yang idealnya terdiri atas 1-5 siswa dengan dua guru pendamping dan satu terapis. Guru pendamping dan terapis tersebut bertanggung jawab di bawah koordinasi guru untuk memberi perlakuan khusus kepada setiap siswa sehingga mereka dapat mengikuti pelajaran dengan baik.    Dengan berpedoman pada visi dan misi sekolah, tujuan didirikannya Sekolah Inklusi Marsudirini  Bogor adalah supaya anak–anak dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak serta tidak diskriminatif. Pada waktu-waktu tertentu, saat diperlukan, anak-anak tersebut akan “ditarik” dari kelas reguler dan diajak ke ruang individual  untuk mendapatkan perlakuan (bimbingan) khusus. Dengan demikian, diperlukan keberagaman metode pembelajaran supaya materi pelajaran dapat tersampaikan secara merata kepada semua siswa. Setiap guru akan memastikan bahwa semua siswa, terlebih mereka yang berkebutuhan khusus, sudah memahami penjelasan dengan baik.  Ketika anak-anak berkebutuhan khusus belum bisa menerima materi dengan baik, sekolah harus siap melaksanakan Program Pembelajaran Individual (PPI) atau Individual Educational Program (IEP) untuk mendampingi satu persatu siswa berkebutuhan khusus secara lebih intensif.  Bentuk dari PPI atau IEP ini disesuaikan dengan kebutuhan yang perlu dikembangkan pada anak. Dalam pelayanan pendidikan inklusi,  Sekolah Marsudirini menggunakan dua pendekatan kurikulum yaitu kurikulum adaptasi cara  dan adaptasi isi. Kurikulum adaptasi cara mengikuti kurikulum dari pemerintah (standar nasional) sedangkan kurikulum adaptasi isi adalah kurikulum yang sudah dimodifikasi oleh pihak sekolah menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa. Selain pembelajaran akademik, para siswa berkebutuhan khusus juga diajarkan beberapa keterampilan seperti memasak, berkebun, berternak, berjualan, membuat beberapa prakarya, serta kegiatan bina diri lain yang dapat dijadikan bekal bagi masa depan mereka. Pengembangan bakat masing-masing siswa juga dibantu oleh para guru. Di samping itu, sekolah memberikan wadah untuk menampilkan  bakat mereka seperti kegiatan pentas seni maupun berbagai jenis perlombaan. Sarana dan prasarana yang dikembangkan di Sekolah Marsudirini Bogor yaitu sarana-prasarana fisik dan nonfisik. SARANA-PRASARANA FISIK: Gedung bina diri, ruang therapy, kelas individual, ruang konsultasi, ruang prakarya,  dapur praktik , gedung bermain, ruang musik, ruang tari, kelas akademik, gedung olahraga, rumah karya mandiriku, wahana permainan dan  halang rintang, lahan pertanian, lahan peternakan, alat-alat terapi, media pembelajaran, dan masih banyak lagi. SARANA-PRASARANA NONFISIK: pelayanan terapis, guru pembimbing khusus, para guru, dan beberapa  pendamping. Sistem penerimaan siswa baru yaitu,  mengisi formulir pendaftaran termasuk melampirkan berkas-berkas pendaftaran seperti fotokopi ijazah dan rapor sekolah sebelumnya, tes tertulis, observasi siswa yang bersangkutan, laporan hasil tes psikologi, serta trial class bila diperlukan. Dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan inklusi, Sekolah Marsudirini berharap dapat semakin mengenali dan menanggapi kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Sekolah Marsudirini terus berupaya dapat memfasilitasi perbedaan gaya dan kecepatan belajar  dengan kurikulum yang sesuai, penggunaan strategi belajar yang memadai, fasilitas yang lengkap, serta mampu bekerjasama dengan komunitas yang sesuai dengan konteks inklusif. Diinterprestasikan oleh F.X. Andang Endarno, S.Pd.